{"id":3499,"date":"2021-01-08T09:20:00","date_gmt":"2021-01-08T02:20:00","guid":{"rendered":"http:\/\/dutakoi.com\/?p=3499"},"modified":"2021-01-08T17:33:50","modified_gmt":"2021-01-08T10:33:50","slug":"menanam-bunga-teratai-dengan-cara-yang-benar-untuk-keasrian-kolam-ikan","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/dutakoi.com\/berita\/menanam-bunga-teratai-dengan-cara-yang-benar-untuk-keasrian-kolam-ikan.html","title":{"rendered":"Menanam Bunga Teratai Dengan Cara Yang Benar Untuk Keasrian Kolam Ikan"},"content":{"rendered":"\n

Jual Ikan Koi Blitar<\/a> – Teratai merupakan tanaman akuatik yang memang kerap dijadikan tanaman hias untuk mempercantik tampilan kolam.<\/p>\n\n\n\n

Popularitas bunga teratai sudah tidak dapat diragukan lagi, tampilannya yang indah akan jadi semakin indah ketika bunganya bermekaran. Cara menanam teratai pun bisa dibilang mudah, karena tidak terlalu memerlukan perawatan yang rutin dan kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Ada dua cara yang bisa dipilih untuk penanamannya, yaitu melalui benih atau melalui tunas.<\/p>\n\n\n\n

1. Beli Benih<\/p>\n\n\n\n

Sebelum membeli benih bunga teratai, kamu perlu mengetahui bahwa teratai terdiri dari berbagai jenis. Ada jenis teratai yang berwarna putih, ungu, sampai dengan merah muda.<\/p>\n\n\n\n

Benih ini bisa kamu dapatkan dari petani tanaman hias atau kamu juga bisa mencarinya di marketplace online. Harga benih teratai terbilang cukup murah, biasanya dijual dengan harga di bawah Rp10 ribu per butirnya.<\/p>\n\n\n\n

2. Persiapan Bibit<\/p>\n\n\n\n

Apabila sudah mendapatkan benih teratai yang diinginkan, ada beberapa langkah yang harus kamu lakukan untuk mempersiapkan benih tersebut. Siapkan kikir logam, gelas atau wadah plastik, dan air dengan suhu 24\u2103 \u2013 27\u2103.<\/p>\n\n\n\n

Setelah itu ikuti langkah-langkah berikut ini:<\/p>\n\n\n\n

Kikis kulit benih menggunakan kikir logam agar air bisa mencapai inti benih. Saat proses pengikisannya, lakukan secara perlahan dan pastikan inti benih tidak ikut terkikis<\/p>\n\n\n\n

Siapkan wadah dan isi dengan air bersih<\/p>\n\n\n\n

Rendam benih yang telah dikikis dalam wadah tersebut<\/p>\n\n\n\n

Setelah direndam seharian, benih akan mulai tenggelam ke dasar wadah dan ukurannya akan membesar dua kali<\/p>\n\n\n\n

Baca juga : ADA FENG SHUI MEMILIKI KOLAM IKAN KOI DI RUMAH<\/a><\/p>\n\n\n\n

Keluarkan benih yang mengapung, sebab benih yang mengapung hampir selalu tidak berhasil ditanam<\/p>\n\n\n\n

Ganti air dalam wadah setiap hari, termasuk ketika benih sudah mulai berkecambah (penggantian air perlu dilakukan dengan hati-hati karena benih yang telah berkecambah sangatlah rapuh)<\/p>\n\n\n\n

3. Persiapan Media Tanam<\/p>\n\n\n\n

Menyiapkan media tanam untuk teratai sangatlah gampang. Hanya perlu wadah berukuran cukup besar dan komposisi tanah yang tepat. Untuk wadahnya, kamu bisa menggunakan ember plastik hitam karena bisa menahan panas dengan cukup baik.<\/p>\n\n\n\n

Jangan gunakan pot tanaman yang biasanya dijual di pasaran, karena nanti saat dimasukkan ke kolam akan mengapung.<\/p>\n\n\n\n

Setelah wadah siap, isi dengan tanah sesuai ketentuan berikut ini:<\/p>\n\n\n\n

Idelanya, komposisi tanah dalam media tanam teratai adalah \u2154 tanah liat dan \u00bc pasir sungai<\/p>\n\n\n\n

Masukkan tanah liat terlebih dahulu, bari pasir sungai<\/p>\n\n\n\n

Pastikan wadah tidak berlubang atau memiliki drainase, sebab teratai dapat tumbuh melalui lubang tersebut yang menjadikan pertumbuhannya tidak maksimal<\/p>\n\n\n\n

4. Pengangkatan Benih<\/p>\n\n\n\n

Proses pengangkatan benih yang direndam perlu dilakukan dengan hati-hati dan tepat waktu. Umumnya, benih yang direndam akan mulai berkecambah setelah 4-5 hari perendaman.<\/p>\n\n\n\n

Perlu kamu ketahui, benih yang dipindahkan terlalu dini tidak akan bertumbuh maksimal dan cenderung akan mati. Sedangkan jika kamu menunggu terlalu lama, benih akan mulai berdaun. Benih yang telah berdaun sebenarnya masih bisa ditanam, namun pastikan daunnya tidak bertanah.<\/p>\n\n\n\n

Waktu ideal untuk mengangkat benih yang direndam adalah ketika kecambahnya telah bertumbuh sekitar 15 cm.<\/p>\n\n\n\n

5. Tanam Benih ke Media Tanam<\/p>\n\n\n\n

Setelah benih diangkat dari wadah perendaman, tanam langsung benih tersebut ke dalam media tanam.<\/p>\n\n\n\n

Berikut langkah-langkahnya:<\/p>\n\n\n\n

Taruh benih di atas media tanam dengan sedikit diberi tanah liat pada bagian benihnya supaya tidak mengapung<\/p>\n\n\n\n

Beri jarak sekitar 10 cm antara masing-masing benih<\/p>\n\n\n\n

Setelah itu tutup benih dengan selapis tanah<\/p>\n\n\n\n

6. Turunkan Wadah ke Kolam<\/p>\n\n\n\n

Teratai merupakan tanaman akuatik, jadi benihnya harus ada di dalam air dengan kedalaman minimal 5-10 cm. Kalau teratai yang ditanam lumayan tinggi, sebaiknya kedalaman airnya sekitar 45 cm. Sedangkan untuk teratai kurcaci sebaiknya sedalam 5-30 cm.<\/p>\n\n\n\n

Berikut ketentuan lainnya:<\/p>\n\n\n\n

Suhu air minimal 20\u2103. Untuk daerah yang beriklim cukup sejuk, tanamlah teratai pada air yang cukup dangkal untuk memberikan kehangatan ekstra<\/p>\n\n\n\n

Teratai yang tumbuh melalui benih jarang mekar di tahun pertama<\/p>\n\n\n\n

Minimalisir penggunaan pupuk pada tahun pertama, supaya teratai bisa terbiasa dengan lingkungannya<\/p>\n\n\n\n

Untuk Anda yang masih bingung mencari Ikan Koi Blitar yang murah dan berkualitas, silahkan hubungi kami disini<\/a> !<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"

Jual Ikan Koi Blitar – Teratai merupakan tanaman akuatik yang memang kerap dijadikan tanaman hias untuk mempercantik tampilan kolam. Popularitas bunga teratai sudah tidak dapat diragukan lagi, tampilannya yang indah akan jadi semakin indah ketika bunganya bermekaran. Cara menanam teratai pun bisa dibilang mudah, karena tidak terlalu memerlukan perawatan yang rutin dan kompleks. Ada dua …<\/p>\n

Menanam Bunga Teratai Dengan Cara Yang Benar Untuk Keasrian Kolam Ikan<\/span> Selengkapnya »<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":3507,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"default","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":""},"categories":[1],"tags":[],"manajer":[],"whatsapp":[],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/dutakoi.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3499"}],"collection":[{"href":"http:\/\/dutakoi.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/dutakoi.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/dutakoi.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/dutakoi.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3499"}],"version-history":[{"count":0,"href":"http:\/\/dutakoi.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3499\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/dutakoi.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3507"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/dutakoi.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3499"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/dutakoi.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3499"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/dutakoi.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3499"},{"taxonomy":"manajer","embeddable":true,"href":"http:\/\/dutakoi.com\/wp-json\/wp\/v2\/manajer?post=3499"},{"taxonomy":"whatsapp","embeddable":true,"href":"http:\/\/dutakoi.com\/wp-json\/wp\/v2\/whatsapp?post=3499"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}